UAV Fixed Wing atau Rotary ?

Teknologi Unmanned Aerial System (UAS) dapat diterapkan dalam survei, pertambangan, pertanian, konstruksi sipil dan industri, dengan berbagai jenis UAS yang tersedia untuk berbagai aplikasi.


Ada dua jenis utama UAV yang tersedia untuk pekerjaan survei. Yang pertama adalah model fixed wing. Unit ini dibuat ringan dan untuk mengoperasikannya hanya dibutuhkan satu orang, dengan lebar sayap 1,6 meter dengan berat hanya 2,7 kilogram. Model fixed wing ideal untuk pemetaan udara dan survei topographi untuk area yang besar.


Model UAV kedua adalah rotary atau sistem berbasis baling-baling. Berbeda dengan model fixed wing, mini copters ini dapat terbang ke segala arah baik horizontal maupun vertikal, serta melayang-layang dalam posisi tetap. Hal ini membuat mereka alat yang sempurna untuk pekerjaan inspeksi atau survei di daerah yang sulit dijangkau dan berbahaya seperti pipa, jembatan, tiang listrik dan rel kereta api.




a. UAV Fixed Wing b. UAV Rotary (copters)

Processing dan Akurasi


Setelah UAV telah berhasil mendarat di daerah yang telah ditentukan, tugas berikutnya adalah mentransfer gambar dari kartu memori UAV ke PC untuk processing. Meskipun waktu penerbangan UAV kurang lebih 30 – 45 menit tetapi area yang bisa tertutupi dengan UAV tergantung pada akurasi yang diperlukan untuk produknya. Untuk mencapai akurasi yang lebih tinggi harus ada peningkatan tumpang tindih gambar dan karena itu penerbangan akan lebih banyak untuk mencapai ketelitian yang diinginkan.



c. Contoh Hasil Processing Foto UAV dalam 3D Modelling

Hemat Biaya

UAS fotogrametri dapat melakukan penghematan biaya yang signifikan dibandingkan metode survei topography. Pengguna dapat melakukan survei daerah yang luas dengan kru survei satu orang dan memiliki fleksibilitas untuk terbang di bawah awan meskipun angin dan hujan.